Anak yang “tidak suka baca” seringnya belum ketemu buku yang pas, atau membaca selalu dikaitkan dengan PR dan nilai. Paksaan membuat buku terasa hukuman.
Mulai dari minat, bukan dari daftar wajib
Komik, resep, fakta hewan, atau cerita sepak bola tetap menghitung sebagai membaca. Setelah nyaman 10–15 menit, baru sisipkan teks yang mirip soal sekolah: paragraf pendek plus satu pertanyaan “mengapa”.
Peran les bahasa
Kalau anak lancar mengeja tapi tidak paham isi, tentor bahasa bisa melatih membaca dalam hati, kosakata, dan merangkum dengan kalimat sendiri. Orang tua cukup mendampingi rutin singkat di rumah, bukan menggantikan guru dengan ceramah panjang.
Rayakan selesai bab, bukan jumlah halaman. Konsistensi kecil mengalahkan target 20 halaman yang selalu gagal.